RUTAN TANAH GROGOT SOSIALISASIKAN LAYANAN KUNJUNGAN TATAP MUKA SECARA TERBATAS KEPADA WBP

IMG 20220702 WA0107

 

RUTAN TANAH GROGOT SOSIALISASIKAN LAYANAN KUNJUNGAN TATAP MUKA SECARA TERBATAS KEPADA WBP

Tanah Grogot – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanah Grogot melaksanakan sosialisasi Tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka kepada WBP (Sabtu, 02/07/2022) bertempat di lapangan dalam Rutan Tanah Grogot. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah.
 
Sosialisasi ini didasarkan pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkumham RI Nomor: PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022. Menyikapi Perkembangan pandemi Covid-19 yang menunjukkan tren menurun, maka Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengambil langkah strategis untuk melakukan penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar di Lapas/Rutan/LPKA sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan “Pemasyarakatan Maju”.
 
Karutan Tanah Grogot, Doni Handriansyah dalam sambutannya menyampaikan ketentuan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022. "Alhamdulillah kabar baik ini perlu kami sampaikan karena layanan kunjungan tatap muka akan dilaksanakan secara terbatas, maka perlu dijelaskan syarat dan ketentuannya" Ujar Doni.
 
Lebih lanjut Doni menyampaikan bahwa pengunjung yang diperbolehkan adalah keluarga inti WBP, Setiap narapidana atau tahanan menerima kunjungan sebanyak 1 (satu) kali dalam 1 (minggu) pada jam kerja. Pengunjung telah menerima vaksin ketiga dibuktikan melalui aplikasi peduli lindungi atau sertifikat vaksin. Bila belum vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan hasil rapid / swab antigen dengan hasil negatif atau surat ketererangan tidak dapat menerima vaksin karena alasan kesehatan dari dokter instansi pemerintah. Khusus tahanan, harus dengan surat persetujuan pihak penahan. Bagi narapidana yang belum vaksin maka kunjungan dilaksanakan secara virtual.
 
Dalam rangka merespon perkembangan terkini situasi pandemi Covid-19, maka perlu dilakukan
penyesuaian mekanisme penyelenggaraan layanan kunjungan secara tatap muka "Ini upaya pemenuhan hak bagi Narapidana/Tahanan dan Anak sebagaimana diatur dalam UU 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, tentu mekanismenya akan tetap kita atur sehingga tetap memperhatikan protokol kesehatan dan layanan kunjungan tatap muka terbatas akan dilaksanakan dalam waktu dekat," tutup Karutan.

Print   Email